Powered by Blogger.
RSS

6 Jenis Cewek Ngambek dan Tips Cara Mengatasinya

Setiap hubungan pastinya tidak pernah bebas dari yang namanya pertengkaran. Tapi itu sudah menjadi hal yang biasa dalam menjalani hubungan pacaran, bahkan kata orang “pacaran tanpa berantem itu ibarat makanan tanpa garam, hambar!” 
Namun, efek samping dari perkelahian tersebut tidak jarang membuahkan satu kata "NGAMBEK". Cewek dan ngambek emang dekat banget. Tapi, bukan berarti hal itu nggak bisa dihadapi. Kemarahan cewek bisa diredam kok, asal tahu aja jenis-jenis ambekannya. Nah kali ini saya bakal kasih tahu jenis kemarahan cewek dan cara menghadapinya.
 

1. Ngambek Tanpa Alasan
Ngambek tanpa alasan adalah tipe ngambek yang susah dimengerti. Ya walaupun semua kemarahan cewek susah dimengerti sih. Tapi bisa dibilang marah tanpa alasan ini bisa membuat cowok cukup kewalahan.
 

Contoh kasusnya kayak gini: kamu lagi jalan sama cewekmu, lalu tanpa sebab apa pun dan tanpa ada geluduk atau petir,  dia langsung diem, bete, cemberut, dan mukanya jadi jelek. Cowok pasti bingung setengah mati dan nggak tahu apa yang harus dilakukan. Padahal, cara menghadapinya gampang.
 
Caranya adalah: langsung ajak cewek tersebut makan.
 
Iya benar kawan-kawan. Cewek yang marah tanpa alasan itu penyebabnya terbesarnya adalah... pengin makan.

2. Ngambek PMS
PMS adalah anugerah buat cewek. Karena mengalami PMS, cewek jadi punya alasan kenapa dia selalu ambek-ambekan.
 
“Sayang, maaf ya kemarin aku nyemekdown kamu. Aku kan lagi PMS.”
“Sayang, maaf ya kemarin aku ngefataliti kamu. Aku kan lagi PMS.”
“Sayang, maaf ya kemarin aku nge-ava-kedavra-in kamu. Aku kan.... sayang? Sayang kamu mati?!”
 
Cara menghadapi kemarahan PMS ini ada dua. Satu, pura-pura mati. Dua, pura-pura nggak pernah dilahirin.

3. Ngambek Sayang
Cie ngambek sayang. Gimana coba ngambek sayang?!
 
Eh tapi ada lho ngambek yang menunjukkan rasa sayang. Ngambek sayang itu biasanya terjadi saat cewek ngasih perhatian, tapi cowoknya nggak nurut. Misalnya cewek yang marah karena cowoknya udah nggak makan 4 bulan.
 
Cara menghadapinya gampang. Tinggal nurut aja sama perhatian si cewek. Saat disuruh makan, ya makan. Saat disuruh tidur, ya tidur. Saat disuruh bikin 1.000 candi, ya pura-pura mati.

 
4. Ngambek Beneran
Ngambek beneran adalah ngambek yang bukan bohongan. (Menurut lo aja, hah?!)
 
Ngambek beneran ini sering terjadi ketika cowok melakukan kesalahan. Misalnya lupa tanggal jadian, nggak ngebales sms, dan ngebatalin rencana jalan.
 
Saat ngambek beneran, cewek biasanya jadi macan dan cowok akan jadi daging segar. Atau, cewek akan jadi tukang lempar benda, dan cowok jadi sasarannya.

Tapi ciri utama cewek ngambek beneran adalah ketika ditanya “Kamu marah?” jawabannya akan selalu “Nggak,” “Nggak,” lalu... “PIKIR AJA SENDIRI!”
 
Cara menghadapinya sebetulnya mudah, yaitu dengan minta maaf. Tapi cewek selalu punya cara untuk menolak permohonan maaf dari cowok. Misalnya:
“Iya aku maafin. Tapi nggak dilupain.”
 
“Ah percuma juga aku maafin. Entar kamu ngulang lagi ngulang lagi.”
 
5. Ngambek Tapi Diem
Ngambek tapi diem adalah tingkatan paling tinggi di antara semua kemarahan cewek. Ngambek tapi diem itu kolaborasi antara ngambek tanpa alasan, ngambek PMS, dan ngambek beneran. Kalau ngambek itu main game, ngambek tapi diem adalah raja terakhirnya. Susaaah banget dihadapin.
 
Mau ditanya, nggak jawab. Mau ngajak ngobrol, diem terus. Ditelpon nggak ngangkat, dan di-SMS pun nggak ngebales.
  
Tapi ada satu jurus yang sudah dicoba sama beberapa suhu percintaan ketika menghadapi cewek yang lagi ngambek gini: dipeluk. Iya dipeluk aja.

6. NGAMBEK BOHONGAN Ngambek model ini biasanya karna si cewek terkadang cuman iseng main maini cowoknya. tujuannya apalagi kalo bukan mau  diperhatikan.

Contohnya begini :
sedang menonton bioskop berdua dan yang pemeran ceweknya cantik aduhai
cowok = behhh, cantiknya pemeran ceweknya.
cewek = oh, berarti saya ndak cantik begitu? jadi kau lebih suka sama dia dibanding saya?
cowok = o_0

Cara menghadapinya adalah menanggapinya dengan bercanda seperti : "tidaklah, cewek mana yang bisa mengalahkan kecantikanmu sayang? " dan cewek pasti bilang : "ih...gombalmu..." tapi si cewek suka jawaban seperti itu dan akhirnya jadi bahan candaan dan suasan kembali mencair. kayak es krim kalo tidak di makan.

 Kalo para cowok menanggapinya dengan serius seperti "jelasmi pemeran ceweknya lebih cantik..kan artis ! " dan mulai dari sinilah perang dunia ke 3 berawal, akhirnya si cewek badmood dan si cewek pulang, tdk sms lagi tdk telponan lagi, trus putus! yah..masa putus cuma gara-gara nonton di bioskop. pfftt

 







Sumber :
http://www.nyunyu.com/main-article/detail/5-jenis-ngambek-cewek-dan-cara-menghadapinya#.VYxkhK28Jox
http://aradechocolate.blogspot.com/2013/12/5-jenis-ngambek-cewek-dan-cara.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tanyakan 15 Pertanyaan ini kepada pasangan Anda Sebelum Menikah

Pernikahan adalah sesuatu yang indah. Untuk membuat pernikahan yang langgeng kedua pihak harus benar-benar berusaha mempertahankannya. Banyak sekali yang mengalami kegagalan karena kurangnya kedewasaan dan kurang cerdik dalam mengelola rumah tangga/ Untuk kamu yang single-single, janganlah pesimis dalam menghadapi pernikahan. Kalau kamu sekarang sedang menimbang-nimbang dalam memutuskan untuk menikah, pastikan calon pasanganmu dapat menjawab pertanyaan ini secara jujur.

1. Mengapa kamu mencintai aku? Sepertinya sepele, tapi sebenarnya pertanyaan ini penting. Kalau jawabannya “karena aku cinta”, jawaban tersebut jelek sekali. Setiap orang mungkin memiliki jawaban yang berbeda-beda, tetapi kamu berhak tahu kenapa kamu dicintai calon pasanganmu.


2. Mengapa kamu ingin menghabiskan sisa waktumu bersamaku? “Karena aku mencintaimu” lagi-lagi bukanlah jawaban yang bagus. Pasanganmu harus dapat mengatakan padamu pengalaman kehidupan seperti apa yang dia harapkan bersamamu. Karena nantinya tujuan-tujuan hidup tersebutlah yang dapat menjadi goal dalam hidupmu.


3. Apakah kamu akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga keromantisan? Menjaga api-api cinta dalam pernikahan tidaklah mudah. Butuh perjuangan dan kreatifitas dari kedua belah pihak, tidak bisa hanya satu saja yang terus-terusan berusaha.


4. Apakah kamu akan bertumbuh bersamaku, dan tidak menjauh dariku? Kita tidak tahu kemana hidup akan membawa kita, tetapi kita bisa secara sadar berusaha untuk tetap dekat satu sama lain. Kebanyakan pasangan sepertinya makin menjauh karena mereka merasa sudah mencapai semuanya yang mereka inginkan dalam hubungan mereka. Ini salah satunya alasan kenapa pernikahan menjadi gagal, kebanyakan merasa mereka tidak memiliki puncak yang lebih tinggi untuk dicapai. Pernikahan bukanlah sebuah akhir.

5. Apakah kamu akan tetap setia disaat susah? Kesulitan atau masalah dapat membuat hubunganmu hancur, apabila kamu membiarkannya. Kalau kamu memang memutuskan untuk menikah bersama pilihanmu, maka kamu tidak boleh membiarkan godaan dari luar menggoyahkan pernikahanmu.

6. Apakah kamu mau mengalah untuk mempertahankan kedamaian? Kunci sukses pernikahan adalah meredam egomu. Kadang ada saatnya berdebat tidaklah penting, mengalah justru bisa menyelesaikan masalah.

7. Bisakah kamu berjanji untuk memprioritaskan kita diatas segalanya? Banyak sekali yang ditawarkan oleh kehidupan ini. Masalahnya adalah kita tidak mempunyai cukup waktu untuk mengambil semua tawaran dalam hidup ini, hanyalah yang terpenting saja yang bisa kita pilih. Pasanganmu harus bisa memilih yang terpenting, yaitu kamu.

8. Apakah kamu akan menjadi orang tua yang baik? Bagaimana caranya tahu apakah seseorang akan menjadi orang tua yang baik? Sederhana saja, kalau dia mau, dia akan menjadi orang tua yang baik. Apakah pasanganmu mau menjadi panutan buat anak-anak kalian nantinya?

9. Apakah kamu mau mengingatkanku betapa kamu mencintai aku? Tidak hanya ingin, tetapi setiap orang butuh mendengarnya. Kita butuh sekali mendengar kalau kita disayangi. Ada baiknya jika pasanganmu memastikan hal itu selama-lamanya.

10. Bisakah kamu berjanji untuk menjaga percikan-percikan dalam hidup? Kamu tidak bisa berharap percikan dalam kehidupan terjadi begitu saja jika kamu tidak mencoba. Kalau kamu ingin memiliki pernikahan yang bahagia dan sehat, kamu harus menemukan seseorang yang mau untuk menciptakan energy tersebut.

11. Apakah kamu mau mendukungku jika aku tidak bisa menopang diriku sendiri? Tidak hanya secara keuangan, tetapi juga secara mental dan secara fisik. Tidak ada yang pasti dalam hidup ini. Ada saja kemungkinan bahwa seorang suami tidak bisa bekerja karena sakit, apakah seorang wanita mau bekerja untuk menopang hidup berkeluarga? Demikian pula sebaliknya, jika wanita nantinya tidak bisa merawat anak-anak, mungkin karena sakit, maukah pria merawat anak-anak dan istrinya?


12. Apakah kamu berjanji untuk tetap mencapai tujuan hidup dan cita-citamu setelah menikah? Biarpun sudah menikah, bukan berarti harus meredam cita-cita. Saat kamu kehilangan cita-citamu, berarti kamu kehilangan dirimu sendiri. Memang tidak mudah, namun hal ini sangatlah penting.

13. Apakah kamu berjanji untuk tidak membiarkan dirimu untuk “melepaskan”? Apakah nantinya pasanganmu tetap akan makan sehat? Tetap olahraga? Tetap minum vitamin? Sepertinya terdengar konyol, tetapi “melepaskan” dapat memberi efek buruk terhadap pernikahan. Tentu saja pasanganmu nantinya harus akan menjagamu, tetapi kamu tetap harus bertanggung jawab untuk menjaga diri sendiri. Tidak ada seorangpun yang harusnya menjadi beban bagi orang lain.


14. Kalau nantinya aku yang pertama kali “pergi”, akankah kamu tetap bersamaku sampai akhir nanti? Akankah pasanganmu memegang tanganmu, saat tanganmu terlalu lemah untuk memegang balik tangannya? Akankah pasanganmu tetap berada sampai akhir napasmu, saat kamu sedang dalam ketakutan? Karena seharusnya tidak seorangpun boleh meninggalkan dunia ini sendirian.

15. Bisakah kamu berjanji padaku kalau waktu sebentar, kamu tetap akan melanjutkan hidup demi kita berdua? Kalau kamu mencintai pasanganmu, kamu pasti mau dia untuk berbahagia terlepas apakah dia bersamamu atau tidak. Kalau kematian mendekat, kamu akan ingin tahu bahwa detik-detik terakhir orang yang kamu cintai akan tetap melakukan hal-hal luar biasa, tetap bahagia, dan tetap mencintai dan membimbing anak-anakmu nantinya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemukiman



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Rumah dan pemukiman tidak akan pernah berhenti sebagai sumber masalah dalam sejarah kehidupan manusia. Sejak zaman manusia purba hidup di gua-gua kurang lebih sebelas ribu tahun lalu,sampai jaman orang masa kini hidup di udara dalam kapsul gedung pencakar langit atau rumah-rumah susun.masalah pemukiman selalu muncul bahkan cenderung semakin rumit dan kompleks.kalau para era manusia-gua mereka tidak begitu peduli tentang pemilikan lahan dan hunai privancy jati-diri atau identitas hunian masing-masing,dewasa ini hal-hal tersebut semakin dirasakan sebagai tuntutan dasar manusia yang berbudaya.
Perkembangan tuntutan manusia yang tak pernah terpuaskan inilah yang menyebabkan selalu munculnya berbagai masalah baru dalam proses pengadaan rumah,terutama sekali kota-kota-kota besar yang pesat perkembangannya,tinggi laju pertambahan penduduknya,dan sangat heterogen masyarakat penghuninya.
Perumahan dan pemukiman, dua hal yang tidak dapat kita pisahkan dan berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi, industrialisasi dan pembangunan.Pemukiman dapat diartikan sebagai perumahan atau kumpulan rumah dengan segala unsur serta kegiatan yang berkaitan dan yang ada di dalam pemukiman. Pemukiman dapat terhindar dari kondisi kumuh dan tidak layak huni jika pembangunan perumahan sesuai dengan standar yang berlaku, salah satunya dengan menerapkan persyaratan rumah sehat.Dalam pengertian yang luas, rumah tinggal bukan hanya sebuah bangunan (struktural), melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan.Rumah dapat dimengerti sebagai tempat perlindungan untuk menikmati kehidupan, beristirahat dan bersuka ria bersama keluarga. Di dalam rumah, penghuni memperoleh kesan pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini. Rumah harus menjamin kepentingan keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi kemungkinan untuk hidup bergaul dengan tetangganya; lebih dari itu, rumah harus memberi ketenangan, kesenangan,kebahagiaan dan kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya.1 Secara garis besar, rumah memiliki empat fungsi pokok sebagai tempat tinggal yang layak dan sehat bagi setiap manusia,yaitu:
·         Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok jasmani manusia.
·         Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok rohani manusi.
·         Rumah harus melindungi manusia dari penularan penyakit.
·         Rumah harus melindungi manusia dari gangguan luar.

B.     TUJUAN
1.      Memenuhi tugas dari Kesling Pemukiman dan Perkotaan
2.      Mendapatkan nilai UAS Kesling Pemukiman dan Perkotaan
3.      Mengetahui upaya – upaya penyehatan perumahan dan pemukiman
4.      Mengetahui indikator perumahan sehat















BAB II
PEMBAHASAN

A.    UPAYA  - UPAYA PENYEHATAN PEMUKIMAN

1.      Rumah Panggung
Laju pertumbuhan penduduk yang pesat dan arus urbanisasi, menyebabkan peningkatan kebutuhan prasarana dan sarana perumahan  serta lingkungan permukiman. Rumah merupakan kebutuhan manusia (papan), di samping kebutuhan pangan dan sandang. Dalam perkembangannya, kita mengenal rumah adat, rumah tempo dulu sampai sekarang dengan berbagai tipe sesuai kebutuhan keluarga.
Rumah panggung merupakan alternatif dalam pembuatan rumah di daerah rawa. Banyak manfaat yang diperoleh. Di antaranya menghindari binatang liar dan air pasang, sehingga tidak masuk ke dalam rumah. Sayangnya, bentuk rumah panggung mulai ditinggalkan dan dilupakan masyarakat. Rumah panggung dianggap ‘kampungan’ dan ketinggalan zaman. Padahal melalu rumah panggung, penyerapan air hujan ke dalam tanah akan menjadi lebih baik. Dengan demikian luas serapan air menjadi lebih besar jika mengembangkan rumah panggung.
Apa pun jenis rumah yang akan dibangun, sebenarnya sudah diatur dalam peraturan baik dari segi tata ruang maupun dari kesehatan. Kalau sudah ada perdanya, maka pembuatan rumah panggung hendaknya tetap merujuk pada persyaratan rumah sehat. Rumah sehat merupakan salah satu sarana untuk mencapai derajat kesehatan yang  optimum.
Untuk memperoleh rumah yang sehat ditentukan oleh tersedianya sarana sanitasi perumahan. Sanitasi rumah adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap struktur fisik, di mana orang menggunakannya untuk tempat tinggal/berlindung  yang memengaruhi derajat kesehatan manusia. Rumah juga merupakan salah satu bangunan tempat tinggal yang harus memenuhi kriteria kenyamanan, keamanan dan kesehatan guna mendukung penghuninya agar dapat bekerja dengan baik. Jadi, apa pun jenis rumah yang akan dibangun hendaknya mengacu pada rumah sehat atau memenuhi syarat kesehatan.
2.      Rumah Susun

3.      Rumah Bawah


B.     INDIKATOR PERKOTAAN SEHAT
1.      Program Perbaikan Kampung
2.      Program Rumah Susun Sebagai Pengganti Rumah Kumuh
3.      Tempat Sampah Rumah Tangga
Masalah kesehatan lingkungan baik itu penyediaan air bersih,pembuangan sampah dan kotoran manusia merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang kerap terjadi di berbagai daerah. Penyediaan sarana kesehatan lingkungan terutama dalam pelaksanaannya tidaklah mudah, karena menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya sangat erat kaitannya dengan prilaku, tingkat ekonomi, kebudayaan dan pendidikan.
Kalaupun misalnya pemerintah membuatkan sarana umum berupa Tempat Pembuangan Sampah Sementara, Jamban/WC Umum, Perlindungan Mata Air, dan sebagainya, belum tentu masyarakat akan menggunakan sarana tersebut jika mereka tidak merasa membutuhkan dan mereka masih merasa bahwa tidak ada yang salah dengan perilaku buruknya selama ini, seperti membuang sampah di sembarang tempat, BAB di pekarangan atau di sungai bahkan di mata air yang seharusnya dijaga.
Pemanfaatan jamban / WC umum, tempat pembuangan sampah maupun sarana air bersih sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan kebiasaan masyarakat. Dalam tulisan kali ini akan dibahas tentang konsep sampah dan pembuangan sampah, agar bisa menjadi referensi bagi siapapun yang membutuhkannya, demi perbaikan kualitas lingkungan di masa yang akan datang.

3.1  KONSEP SAMPAH
a.      Pengertian Sampah
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
b.      Jenis Sampah
Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai Sampah Organik dan Sampah Anorganik.
  • Sampah Organik
Merupakan jenis sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lainnya. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami.
  • Sampah Anorganik
Merupakan jenis sampah yang berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi atau dihasilkan dari proses industri. Beberapa bahan seperti ini tidak terdapat di alam, yaitu plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian yang lain hanya diuraikan secara lambat. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga berupa botol, botol plastik, tas plastik, kaleng dan lain-lain.
Kertas, koran dan karton merupakan perkecualian. Berdasarkan asalnya, kertas, koran dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran dan karton dapat di daur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng dan plastik) sehingga dapat digolongkan sampah anorganik.
Berdasarkan Data Statistik Lingkungan Hidup Tahun 1992 Rata-rata komposisi sampah di beberapa kota besar di Indonesia adalah : Organik (25%), Kertas (10%), Plastik (18%), Kayu (12%), Logam (11%), Kain (11%), Gelas (11%), Lain-lain (12%).
c.       Sumber Sampah
*      Sampah Pemukiman, Perdagangan dan Perkantoran yang disebabkan oleh :
1)      Penduduk yang tinggal di sepanjang sungai dan pemukiman padat langsung membuang sampah ke sungai dan saluran pembuangan.
2)      Limpasan air hujan yang membawa sampah dari pasar-pasar maupun pusat-pusat kegiatan dan pemukiman
3)      Sampah perkantoran terdiri dari kertas, alat tulis menulis, toner foto caopy, baterai dll.
*      Sampah Pertanian dan Perkebunan
Sampah dari kegiatan pertanian tergolong bahan organik, seperti jerami dan sejenisnya. Sebagian besar sampah yang dihasilkan selama musim panen dibakar atau dimanfaatkan untuk pupuk.
*      Sampah Bangunan dan Gedung
Sampah yang berasal dari kegiatan pembangunan dan pemugaran gedung dapat berupa organik maupun anorganik. Sampah organik : kayu, bambu, triplek dll. Sampah Anorganik : semen, ubin, besi, baja, kaleng, kaca dll.
Ø  Sampah Khusus
Sampah khusus merupakan sampah yang memerlukan penanganan khusus untuk menghindari bahaya yang akan ditimbulkannya. Sampah jenis ini meliputi :
·         Sampah Rumah Sakit
Merupakan sampah biomedis, seperti sampah dari pembedahan, peralatan operasi, botol infus dan sejenisnya serta obat-obatan. Semua sampah ini terkontaminasi oleh bakteri, virus dan pembawa penyakit lainnya yang sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan sekitarnya.
d.      Dampak sampah terhadap Manusia dan lingkungan
  • Terhadap Kesehatan
Pengelolaan sampah yang tidak memadai (pembuangan sampah sembarangan dan tidak terkontrol) dapat menimbulkan berbagai penyakit sebagai berikut :
ü  Diare, kolera, tipus dan demam berdarah dapat menyebar dengan cepat karena sampah memasuki air minum
ü  Cacing pita yang dapat menyebar melalui rantai makanan, dimana cacing dikonsumsi sebelumnya oleh ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan / sampah.
ü  Minamata (di Jepang) disebabkan karena masyarakat mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi sampah beracun (limbah baterai dan akumulator yang dibuang di perairan umum).
  • Terhadap Lingkungan
Cairan yang dilepaskan sampah ke saluran drainase dan air tanah sehingga mencemari sumber air tersebut. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik seperti metana (dapat menimbulkan bau dan gasnya dapat menimbulkan ledakan bila konsentrasinya cukup besar).
3.2  KONSEP PEMBUANGAN SAMPAH
a.      Pengertian Pembuangan Sampah (Refuse disposal)
Yang dimaksud dengan sampah adalah semua zat/ benda yang sudah tidak terpakai lagi baik berasal dari rumah-rumah maupun sisa-sisa proses industri. Sampah ini dibagi dalam :
a)      Garbage : adalah sisa pengolahan ataupun sias makanan yang sudah membusuk.
b)      Rubbish : adalah bahan-bahan sisa pengolahan yang tidak membusuk. Rubbish ini ada yang mudah terbakar misalnya : kayu, kertas. Ada yang tidak terbakar misalnya kaleng, kawat dan sebagainya.
Agar sampah ini tidak membahayakan kesehatan manusia, maka perlu pengaturan pembuangannya. Dari sampah ini harus diperhatikan :
1)      Penyimpanannya (Storage)
2)      Pengumpulan (Collection
3)      Pembuanagan (Disposal)
b.      Penyimpanan Sampah
Untuk tempat sampah di tiap-tiap rumah isinya cukup 1 meter kubik. Tempat sampah janganlah ditempatkan di dalam rumah atau di pojok dapur, karena merupakan gudang makanana bagi tikus-tikus sehingga rumah banyak tikus. Tempat sampah sebaiknya :
ü  Terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan tidak mudah rusak.
ü  Harus ditutup rapat sehingga tidak menarik serangga atau binatang-binatang lainnya seperti : tikus, ayam, kucing dan sebagainya.
ü  Ditempatkan di luar rumah. Biloa pengumpulannya tidak dilakukan oleh pemerintah, tempatkanlah tempat sampah sedemikian rupa sehingga karyawan pengumpul sampah mudah mencapainya.
c.       Pengumpulan Sampah
Pengumpulan sampah dapat dilakukan :
a.      Perorangan
Tiap-tiap keluarga mengumpulkan sampah dari rumahnya masing-masing untuk dibuang pada tempat tertentu
b.      Pemerintah
Pengumpulan sampah d iota-kota dilakukan pemerintah dengan menggunakan truksamapah atau gerobak sampah
c.       Swasta
Swasta hanya mengambil sampah-sampah tertentu sbagai bahan baku pada perusahaannya misalnya untuk pembuatan kertas, karton dan palstik.

d.      Pembuangan Sampah
Pembuangan sampah dapat dilakukan dengan cara :
a)      Land fill
Sampah dibuang pada tanah yang rendah. Pembuangan samapah secara ini hanya baik untuk sampah-sampah jenis rubbish, sedangkan bila jenis garbage atau tercampur dengan garbage, tempat pembuangan sampah ini akan menjadi tempat perkembangbiakan serangga, tikus, juga menimbulkan bau-bauan yang tidak sedap.
b)      Sanitary land fill
Sampah dibuang pada tanah yang rendah, kemudian ditutup lagi dengan tanah paling sedikit 60 cm, untuk mencegah pengorekan oleh anjing, tikus dan binatang-binatang lainnya. Cara ini memenuhi syarat kesehatan.
c)      Individual incineration
Sampah dari rumah dikumpulkan sendiri, kemudaian dibakar sendiri. Pembakaran sampah ini harus dilakukan dengan baik sebab bila tiadak :
ü  Asapnya mengotori udara
ü  Bila tidak terbakar sempurna sisanya tercecer kemana-mana.
d)     Incineration dengan incinerator khusus
Cara ini dikerjakan oleh pemerintah. Sampah-sampah yang telah dikumpulkan dari truk / gerobak sampah dibakar dam incinerator khusus (alat pembakar sampah). Incinerator ini mempunyai bagian-bagian :
ü  Tempat pengumpulan sampah
ü  Ruang pengeringan
ü  Ruang pembakaran
ü  Cerobong asap
Cara pembuangan sampah ini baik sekli tapi biayanya mahal.
e)      Pulverisation
Semua sampah baik garbage maupun rubbish digiling (dihaluskan) dengan alat khusus, kemudian dibuang ke laut. Dalam bentuk yang sudah digiling ini, sampah menjadi tidak disukai lagi baik oleh serangga maupun tikus-tikus.
f)       Composting (dibuat pupuk)
Dari sampah yang terbuang masih dapat dibuat pupuk sebagai penyubur tanah pertanian. Cara ini telah banyak dikerjakan di negara-negara maju misalnya di Amerika Serikat. Pada prinsipnya :
ü  Mula-mula sampah-sampah dari gelas, logam dan bahan-bahan lainnya yang tak dapat dijadikan kompos dipisahkan terlebih dahulu.
ü  Setelah dipisah-pisahkan, sampah yang akan dijadikan kompos digiling menjadi halus agar proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pembusuk berlangsung dengan baik.
ü  Kemudian sampah diletakkan pada suatu tempat dimana proses pembusukan akan terjadi. Tempat ini dilengkapi dengan alat pengatur suhu, pengatur kelembaban dan pengaliran udara agar proses pembusukan terjadi secara optimum. Kadang-kadang ditambahkan starin mikro-organisme yang dapat mempercepat proses pembusukannya, tapi sering kali hal ini tidak perlu, karena pada sampah sendiri telah cukup mengandung mikrooranisema tersebut. Bila sampah yang sedang dibusukkan ini ditambahkan Lumpur dari air limbah akan dihasilkan kompos yang baik sekali. Lama proses pembusukannya bervariasi antara 2 hari samapi 6 minngu. Un tuk dijual ke pasaran, kompos ini dikeringkan, digiling kemabali dan dibungkus.
g)      Hogfeeding (sebagai makanan ternak)
Yang dapat dipergunakan yaitu jenis garbage misalnya sisa sayuran , ampas pembuatan tapioca,ampas pembuatan tahu dan sabagainya. Diberikan kepada ternak sebagai makanannya.
h)      Recycling
Dengan cara ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah sampah, maka bagian-bagian sampah yang masih dapat dipakai/ digunakan, diambil lagi misalnya kertas-kertas, gelas-gelas, logam-logam dan sebagainya. Dari benda-benda ini dapat dihasilkan benda-benda baru yang berguna misalnya karton, plastik alat-alat dari gelas dan sebagainya. Sangat berbahaya untuk kesehtan bila kertas-kertas dari tempat sampah yang dikumpulkan kaum tuna-wisma, dipergunakan sebagi kantong pembungkus makanan. Karena itu sebaiknya sampah-sampah dari kertas segera dibakar setelah dibuang.
a.      Tempat Pembuangan Sampah Sementara
b.      Tempat Pembuangan Sampah Akhir

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS